Untukmu Yang Masih Belum Peka



Edwibowo
Untukmu,
Untukmu yang saat ini menemaniku, aku menulis ini, hanya untuk mengungkapan rasa terimakasih yang tak mampu aku ucapkan lewat kata-kata. Sayang… 
Setelah aku sendiri, kini aku mulai berani menjalin hubungan baru setelah perkenalan panjang kita.
Entah perasaan apa yang timbul secara tiba-tiba ini, mulanya aku meragukanmu & sama sekali tak ingin memulai hubungan dengan siapapun termasuk kamu. semenjak luka yang kurasa . Aku begitu takut untuk memulai lagi, karena aku tak ingin semua kan terulang lagi.
Namun setelah ku lalui hari – hari bersamamu, keadaan semakin hari semakin membaik. kau mampu membuatku tertawa lepas saat bersamamu, kau mampu membuatku tersenyum tanpa sebab. Hahahaha… kadang aku merasa Cinta ini membuatku Gila.
Bersamamu, aku menemukan kebahagiaan yang selama ini hilang terbawa oleh masa laluku. Aku merasakan kebahagiaan yang luar biasa, semoga semua ini akan berlanjut sampai saat yang kita nanti tiba sayang. Aku tak peduli bagaimana kita mengenal, yang terpenting adalah bagaimana kita menjaga hubungan kita agar tidak ada kata berjauhan.
Kau sosok yang wanita dengan kesederhanaan, kau tak pernah menuntut apapun . Bahkan saat orang lain melihat aku hanya pria yang biasa – biasa dan manja , kau selalu berkata bahwa aku adalah sosok yang luar biasa & kau selalu meyakinkan padaku tentang hal itu
Kau tak pernah mempermasalahkan fisikku yang jauh dari kata sempurna, & sikapku yang terkadang sulit untuk dimengerti. Sesempurna itukah aku dimatamu sayang nya orang hmmm ? Darimu aku belajar mencintai diriku sendiri, yang selama ini aku lupakan hanya karena aku terlalu sibuk mencintai orang lain & mengabaikan diriku sendiri. terimakasih karena kau telah membuka mata hatiku.
Terimakasih, Karena cintamu membuatku mengerti bahwa aku begitu berarti.
Terimakasih untuk cintamu yang luar biasa, yang membuat aku lupa apa itu luka.

Dariku, laki - laki yang selalu berusaha jadi yang terbaik untukmu.
Harapanku Sekarang Untukmu..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ada yang indah di 26 september 17

Sebuah penyesalan